Menunggu Janji Politisi Tempo Hari…

Menunggu Janji Politisi Tempo Hari...

Bukan untuk menghakimi, hanya ingin mengamati. Mungkin ini salah satu kasus yang sedang santer terdengar di media.
Masih ingat tentunya dengan ucapan Anas Urbaningrum, sewaktu masih belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ‘Hambalang’ dan lainnya. Dengan lantang ia berbicara, siap digantung di Monas (Monumen Nasional) apabila terbukti bersalah.

Kini, sejak KPK secara resmi menetapkan dirinya sebagai tersangka, awam mulai mengingat kembali ucapan mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu. Ungkapan para pengguna social media pun bermacam-macam, mulai dari imbauan untuk membersihkan Monas, atau justru melarang Monas sebagai tempat ‘gantungan’ penjahat negara. Lucu memang, tapi ya benar dan salahnya akan diselesaikan melalui jalur hukum. Kita tunggu saja.

Gunung Cikuray

Gunung Cikuray, salah satu gunung yang ada di Kabupaten Garut. “Gunung Cikuray menjadi salah satu tujuan para pecinta alam yang ingin track yang lebih menantang, jadi biasanya mah yang udah advance.”, kata Pak Alit.

???????????????????????????????

Gunung Cikuray, terlihat dari mess KPGS Cikajang, Garut.

Melintas Citarum, Berburu Durian

Gambar

Melihat panorama di sekitar sungai Citarum dari kampung Buniayu, desa Haurwangi, kecamatan Kertamukti, Kabupaten Cianjur membuat kita tergoda untuk bisa menyeberang ke bukit di seberang. Tidak perlu ragu lagi, setelah mengumpulkan informasi transportasi dan track yang akan dilalui, saya dan beberapa teman satu tim berjalan menuruni jalanan setapak menuju bantaran sungai Citarum.

Sampai di tepi sungai, sebuah perahu yang sehari-harinya beroperasi untuk membantu warga yang ingin menyeberang. Sebenarnya, ada jalan darat yang bisa ditempuh, melewati jembatan Rajamandala, tetapi jaraknya lebih jauh dan memakan waktu tempuh yang lebih lama. Oleh karena itu, bagi pelintas batas yang memilih untuk melakukan tracking, alternatif menyeberangi sungai dengan perahu menjadi pilihan tepat. Baca lebih lanjut

Banyu dan Elektra Nyalain Kota, Besok!

Surat elektronik (email) menarik yang baru saya terima sekitar 2 jam yang lalu, yaitu tentang “Petualangan Banyu dan Elektra Menyalakan Kota”. Apa itu? Itu semacam judul film animasi garapan anak bangsa, persembahan Greeneration Indonesia dan Sahabat Kota. Masih ingat dengan film Petualangan Banyu (Air) (2009) dan  Petualangan Banyu di Negeri Sampah (2011)? Dalam film Petualangan Banyu dan Elektra Menyalakan Kota, kini Banyu dengan kawannya Elektra memulai petualangan baru mereka, dengan tema energi.

Teaser film Petualangan Banyu dan Elektra Menyalakan Kota, dapat diintip di sini. Produser Eksekutif oleh WWF Indonesia, Diproduseri oleh BNI, Body Shop, HILO, serta didukung oleh Wujudkan.com, BPLH Kota Bandung, Earth Hour Bandung, Bandung Berkebun. Penasaran dengan jalan ceritanya? Jangan lewatkan penayangan perdananya BESOK, Jum’at 28 Desember 2012, hanya di channel youtube kesayangan Anda.

BanyuCoverFacebook

Baca lebih lanjut

Jabat Erat Untukmu Sahabat

Sejak malam itu kudapati beritamu,
Tentangmu yang terbaring di ruang ICU
Percaya atau tidak, jantungku melemah melesu

Empat sekawan dipertemukan
sekitar delapan tahun lalu,
Menimba ilmu, mengisi waktu sebagai pengelana ceria,
Melalui liku jalan yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta,
kita ukir kenangan, dari cerita yang telah kita tuliskan
pada selembar kertas putih bernama persahabatan

Hingga sore tadi, dirimu telah menghadap Penciptamu,
meninggalkan mereka yang menaruh harap padamu

Bogor Tangerang hingga Takalar,
menaruh rindu pada sahabat
yang kini pergi untuk selamanya

Doa tulus kami menyertaimu,
mengiringi setiap kenangan akan sosok dirimu
Tuhan memang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya,
dan kami pun percaya kau bahagia di sana
Dari kami,
Jabat erat untukmu, sahabat.

Bogor, 15 Desember 2012
Danang D. Cahyadi

Jumpa Pemain dan Kru Film Bidadari Bidadari Surga

Senin kemarin, para pemain dan kru film ‘Bidadari Bidadari Surga’ datang ke Bogor, tepatnya di Botani XXI, setelah sebelumnya mereka mendatangi Bogor Trade Mall. Ya, para pemain dan kru film semacam melakukan roadshow promosi film terbaru besutan Sony Gaokasak, yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa, karangan Darwis Tere Liye, yang sudah mulai rilis tanggal 6 Desember lalu.

Saya memang bukan pembaca setia novel-novel karangan Tere Liye, ataupun karya novelis-novelis yang lain, tapi saya mengetahui dari mereka-mereka yang menggemari novelnya, hafal setiap alur dan setting cerita dalam novel tersebut. Dalam acara tersebut, para pemain yang hadir, antara lain Nirina Zubir, Nadine Chandrawinata, Franz Nicholas, dan lainnya berpesan kepada masyarakat penikmat film, untuk terus mendukung karya-karya para sineas negeri sendiri.

O

Akhir-akhir ini, dunia perfilman Indonesia mulai menunjukkan geliatnya, muncul dengan kualitas garapan yang semakin mantap, terlihat dari beberapa prestasi yang disandang oleh insan perfilman Indonesia. Di tengah-tengah tren film bertema impian dan persahabatan yang mulai menggeser tema cinta dan romantisme, kini film produksi Starvision memunculkan film adaptasi novel Bidadari Bidadari Surga, yang mengangkat tema keluarga, titik beratnya pada hubungan seorang kakak dan adik-adiknya.

Bisa jadi, film-film bertema seperti ini akan menggeser tema impian dan persahabatan. Namanya juga tren, begitulah alirannya, sangat mungkin berubah oleh satu sineas yang mencoba keluar dari stereotipe tren sebelumnya, namun akan segera diikuti banyak yang lainnya.

Dalam sesi ngobrol bareng pemain film Bidadari Bidadari Surga, saya juga mengabadikan acara tersebut dalam beberapa kali jepretan. Berikut gambar yang berhasil saya ambil.

Pesimis adalah Separo Kegagalan?

“Pesimis adalah separo dari kegagalan, meskipun optimis bukan separo dari keberhasilan”

Kalimat ini saya dengar dari pembicara pada saat mengikuti Beasiswa Indofood Sukses Makmur (BISMA) Camp di Pusdiklat Indofood, Cibodas. Tulisan ini saya temukan kembali di dalam buku catatan harian, tercatat tanggal 7 November 2009, dalam rangkuman presentasi dengan topik ‘Memenangkan Wawancara Kerja’.

Wawancara kerja merupakan kesempatan bagi job seeker untuk mengubah peluang menjadi penawaran. Artinya, pada saat wawancara kerja seorang job seeker dituntut bisa mengendalikan dan menguasai situasi.

Bagaimana? Untuk itu, sebelum menghadapi wawancara, kita harus ketahui tujuan dari wawancara kerja itu sendiri. Wawancara kerja bertujuan untuk mengetahui kepribadian pelamar, mencari informasi yang relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan, sebagai kesempatan untuk mendapat informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan, serta terbantu untuk mengidentifikasi pelamar.

Intinya, dalam wawancara kerja, disampaikan bahwa paling penting adalah kita menjelaskan “Siapa diri saya?”, dan sangat keliru jika harus merendah untuk mencari simpati. Merendah seperti berkata, “Saya hanya biasa-biasa saja…”, itu fatal. Dalam buku catatan saya, saya menuliskan kata-kata yang disampaikan pembicara yang juga pengusaha, We need quality, sekarang ini jaman modern.

Catatan saya waktu itu tidak banyak, bagian terakhir adalah tips menghadapi wawancara, yaitu persiapkan diri dengan baik, menunjukkan diri sendiri adalah yang terpenting, serta yang perlu diingat bahwa pewawancara tidak membutuhkan jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api, bahkan jawaban munafik.

Trims Bebek DUBES

Awal November lalu, saya dihubungi oleh admin @bebekDUBES, bahwa saya mendapatkan voucher makan di Bebek DUBES, yang diberikan sebagai apresiasi atas tulisan saya di sini. Senang sekali rasanya, dan saya meluncur untuk menjajal menu-menu spesial di Bebek DUBES. Saya tetap memesan menu spesial Bebek Panggang Madu  dengan sambal dadak, selain menjajal Bebek Selimut Ijo, serta Sop Buah sebagai dessert-nya. Baca lebih lanjut

Sesederhana Tanaman Tebu

Dulu, di kampung saya, daerah dataran rendah yang dekat dengan pesisir, setiap tahunnya pasti banyak lahan sawah warga yang disewa untuk ditanami tebu. Madukismo, pabrik gula di Jogja, di sana lah tebu-tebu itu nanti akan diolah pada tiap bulan Mei-September. Tebu-tebu yang hasil akhirnya dipasarkan dalam bentuk gula pasir. Tidak hanya gula pasir sih, karena Madukismo juga memproduksi alkohol dan spiritus.

Tebu, merupakan salah satu tanaman tropika basah yang banyak manfaatnya. Kita bisa belajar dari tebu, memahami, serta meneladani karakter tebu. Pertama, Tanaman tebu memilih tumbuh dan berkembang di alam yang keprihatinannya mendalam. Kedua, tanaman tebu tidak pernah berharap hidup dengan bergelimang kemewahan fasilitas. Ketiga, tanaman tebu menyederhanakan penampilan fisiknya, namun ia berjuang keras untuk bermanfaat dan dirindukan orang, serta terakhir, tanaman tebu teruji menghadapi berbagai ujian yang ia hadapi dalam hidup ini. Jika ada yang memotong batangnya maka ia akan tumbuh lagi. Jika ada yang membakar pohon tebu, maka akan muncul tunas baru. Baca lebih lanjut